Dunia Wisata dan Kuliner

Cara Mengatasi Harga Sembako dengan Meningkatkan Produksi

Written on January 20, 2017   By   in Berita

Pemerintah mencoba dalam mencari solusi untuk manangani masalah harga sembako yang semakin naik dengan cara meningkatkan produk dan mengatur tata kelolah bahan makanan pokok. Ini dikatan oleh Edhy Prabowo yang merupakan Ketua Komisi IV DPR RI setelah beliau selesai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan bersa Eselon I Kementrian Pertanian RI di Gedung DPR RI.

Menurut Edhy, seharusnya pemerintah selalu berusaha dalam melakukan pengawasan seputar pasar yang terjadi sekarang ini. Terlebih saat harga sembako dan bahan makanan pokok terus meningkat, bahkan sudah tidak bisa dikontrol. Menurutnya ini disebabkan oleh tata kelola yang masih belum beres. Seolah-olah harga bahan makanan poko sudah diatur oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga pemerintah dapat dengan cepata untuk mengatasai hal tersebut.
Mengatasi Harga Sembako
Edhy yang sekaligus Politisi F-Gerindra mengatakan jika dugaan pengaturan harga sembako oleh oknum-oknum tertentu bakal jadi masalah yang seharusnya segera ditindak dengan tegas oleh pemerintah. Ini disebabkan karena semakin melambungnya harga tidak dinikmati oleh para petani, namun hanya orang-orang tertentu saja.

“Tentu ini bakal menjadi ketidakadilan karena harga bahan makanan pokok terus melambung, padahal kenaikan harga tersebut bukan dinikmati oleh para petani sebagai produsen, namun oleh para pedagang nakal yang sepertinya sudah tidak bisa di kontrol. Oleh karena itulah kita sangat membutuhkan peran dari pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga. Pasalnya, jika harga bahan makanan pokok terus tinggi, maka bukan tidak mungkin inflasi dan ekonomi bakal mendapatkan dampak yang kurang baik.” Kata Edhy. Baca Juga: Harga Minyak Goreng.

Anggota Komisi IV lainnya bernama Ono Surono juga tak ketinggalan dalam mengomentari harga bahan makanan poko. Beliau mengatakan keuntungan sekitar 280 Triliun untuk setiap tahunnya di sektor pangan hanya dinikmati oleh para pedagang.

“Harga sembako dari petani itu terbilnag sangat rendah, namun ketika dijual oleh para pedagang harganya menjadi sangat tinggi. Kurang lebih keuntungan sekitar 280 Triliun disetiap tahunnya tidak dinikmati oleh para petani, tetapi para pedagang nakal yang menikmatinya,” Kata Surono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *