Dunia Wisata dan Kuliner

Indonesia belajar pengembangan industri pariwisata dari Swiss

Written on May 5, 2017   By   in Wisata

pariwisata

Dubes Indonesia untuk Konfederasi Swiss merangkap Keharyapatihan Liechtenstein, Linggawaty Hakim, menyampaikan, Indonesia dapat banyak belajar dari Swiss dalam soal meningkatkan serta mengelola bidang industri pariwisata.

” Indonesia dapat banyak belajar terutama dalam pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) di bagian pariwisata, ” kata Hakim, selesai menghadir acara pelantikan kelulusan mahasiswa International Management Institute (IMI), di Luzens, Rabu (28/9).

200 mahasiswa IMI dari beragam negara termasuk juga Indonesia ikuti upacara gradiation.

Juga ada Direktur Industri serta Kamar Dagang lokasi Swiss sisi berencana, Felix Howald, dan Direktur Human Resources, Henrik Mansson, Moet Hennessy Louis Vuitton (LVMH), pendiri serta yang memiliki IMI Heinz Burki, perwakilan IMI di Indonesia, Drs Rachmat Solahuddin.

Selanjutnya Dubes Linggawati menginginkan lulusan IMI bisa memberi peran dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

Swiss yang populer dengan sekolah kejuruan di bagian pariwisata inovasi serta kreativistas bisa jadikan contoh oleh Indonesia dalam meningkatkan pendidikan kejuruan sebagai usaha untuk menghadapi buka lapangan pekerjaan untuk generasi muda Indonesia.

Hakim menyampaikan, ia berusaha meletakkan Indonesia jadi prioritas pemberian pertolongan dalam pengembangan sumber daya manusia serta pertolongan tehnik untuk sekolah Politeknik yang ada di beberapa lokasi Indonesia.

Diinginkan pertolongan pemerintah Swiss itu bisa terealisasikan pada periode 2017-1021 serta diinginkan pertolongan itu bisa tingkatkan serta meletakkan Indonesia sebagai pusat pendidikan kejuruan di bagian pariwisata terutama di lokasi ASEAN bahkan juga di Asia.

Disebutkan dia, pertolongan Swiss ini dapat buka peluang untuk mahasiswa Indonesia untuk lakukan praktik kerja di Eropa serta di beberapa belahan dunia lain nya serta membawa pengetahuan serta pengalaman yang didapat waktu kembali pada tanah air.

IMI Univercity Centre Luzern memiliki jalinan sejarah yang begitu kuat dengan pendidikan kejuruan pariwisata di Indonesia spesial nya Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dimana

Heinz Burki pendiri serta yang memiliki IMI yaitu bekas tenaga pakar yang di kirim pemerintah Swiss menolong bangun serta mengembangan National Hotel Institute (NHI) di Bandung pada 1973 yang saat ini jadi Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, dibawah Kementerian Pariwisata.

Dalam acara graduation yang bertepatan dengan upacara peringatan Lagi th. ke 25 berdiri IMI juga
tampak alumni mahasiswa teladan IMI 1992, Erwin Latif, yang menjabat sebagai Menejer hotel besar di Pulau dewata yang bercerita pengalaman mulai sejak lulus IMI jadi seseorang menejer yang sukses.

Jalinan baik pada IMI dengan dunia industri pariwisata dunia juga ditandai dengan ungkapan dari Henrik Mansson yang membawahi beragam product fashion serta barang luks lain nya dan hotel yang memberi kesaksian mengenai keterampilan dari beberapa lulusan IMI.

Acara graduation yang disebut awal dari rangkaian HUT ke 25 IMI diikuti dengan acara jamuan makan malam serta dilanjutkan kunjungan ke universitas dengan menyusuri Danau Luzern sebagai object wisata mendunia di Swiss berbarengan merayakan di universitas yang ada di kaki Gunung Pilatus ikuti acara promosi kuliner serta budaya international.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *