Dunia Wisata dan Kuliner

Inilah Perjalanan Ruhani Siti Hajar Ke Baitullah

Written on January 31, 2017   By   in Wisata

Dikatakan, Siti Hawa adalah orang yang paling bertanggung jawab atas terlemparnya Nabi Adam beserta seluruh keturunannya ke bumi. Dikatakan juga bahwa Siti Hawa adalah pintu masuk setan sehingga Nabi Adam berbuat maksiat. Mereka lupa bahwa keduanya sama-sama digoda dan tergoda oleh setan. Setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua agar memperlihatkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan setan berkata, Tuhanmu melarang kamu berdua mendekati pohon ini hanya agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di surga.” Dan setan bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu” (Al-A’raf [7]: 20-21).

Pada akhirnya, setan berhasil membuat keduanya keluar dari surga dan tinggal di bumi karena telah melanggar perintah Allah Swt. Proses turunnya Nabi Adam ke bumi (al-hubuth) harus dairi tempat yang tinggi nan mulia.

Perjalanan Umroh

Perjalanan Umroh

Jika memang benar bahwa Siti Hawa yang membuat Nabi Adam terusir dari surga, tentu dia telah mengembalikan lagi Nabi Adam ke surga. Mengingat peran tertentu untuk membangun istana keimanan, Allah Swt. telah memilih Nabi Ibrahim agar menjadi kiblat bagi setiap mukmin, jalan bagi setiap orang sesat, dan ketenangan bagi setiap kegundahan. Lalu, tempat suci yang membawa mata pisau kehidupan ini disebut baytullah (Rumah Allah), Ka’bah. Allah Swt kemudian menjadikan Siti Hajar sebagai teladan bagi sebuah kesabaran dan harapan, cinta dan pengorbanan, keteguhan dan tantangan. Dialah perempaun yang dicemburui sekaligus dicintai, tapi mengenakan mahkota yang berpijar dengan keimanan, keyakinan, dan keteguhan memegang prinsip kasih sayang dan kepemimpinan laki-laki.

 

Rasa Cemburu Ibunda Sarah Kepada Bunda Siti Hajar dan Ismail

Cemburu adalah sifat bawaan setiap perempuan. Dia pasti tidak menghendaki suaminya berbagi kasih dan tinggal bersama perempuan lain. Tapi, itulah yang benar-benar terjadi pada sikap Sarah yang mengusir Siti Hajar ke gurun pasir dan padang sahara yang tandus. Hati Sarah diselimuti cemburu karena janin yang dikandung Siti Hajar yang rupawan-yang juga membuat hati Nabi Ibrahim bingung dalam menentukan sikap.

Namun, Siti Hajar tetap memperhatikan pilar-pilar rumah tangga suaminya agar tidak roboh. Allah Swt kemudian membuatkan Siti Hajar sebuah rumah yang nantinya akan menjadi kiblat bagi semua umat manusia, yang pilar-pilarnya menjulang tinggi sampai ke langit, dan yang berkahnya membentang luas ke seantero dunia.

Allah Swt menjadikan Siti Hajar sebagai model kesabaran, contoh keteguhan, dan simbol keimanan dalam bentuknya yang paling tinggi.

Napak Tilas Perjalanan Bunda Siti Hajar di Baitullah

Jamaah Umroh yang dirahmati Allah SWT, untuk bisa napak tilas perjalanan Bunda Siti Hajar bersama suami tercinta yang juga Nabi Ibrahim AS bersama putranya Ismail, maka kita harus pergi ke Tanah Suci. Bisa dengan mengikuti paket umroh murah  yang diselengarakan oleh travel biro umroh terpercaya di kota Anda.

Pada saat memilih travel umroh dan haji, maka perlu hati-hati dengan mencari referensi dan informaasi sebanyak-banyaknya agar tidak kejeblos. Tips mencari biro umroh terpercaya bisa dilihat di http://www.perjalananumroh (dot) com. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *